Langsung ke konten utama

Postingan

NASKAH DITOLAK MALAS BERTINDAK

      Siapapun penulis besar pernah mengalami penolakan atau revisi. Entah sekali,  dua kali bahkan berkali-kali. Tetapi dasar mental penulis, dia pantang berfikir,  eliminasi naskah merupakan kegagalan yang harus disesali. Namun dia yakin bahwa penolakan adalah bentuk perhatian penerbit atas kekurangan yang harus dilengkapi,  atau kesalahan yang harus di perbaiki.       Di kutip dari blogg Diva press.com bahwa #Kok proses nulis lama banget? Iya, menulis yang baik itu memang lama dan melelahkan. Tapi proses macam itulah yang membuat tulisanmu berisi. Khaled Housseni penulis The Kite Runner yang mashyur itu hobi banget membaca dan mengedit ulang tulisannya sebelum dikirimkan ke penerbit. Beliau tidak malas menyunting tulisannya sendiri untuk memperbaiki yang kurang. Naskah pertama baginya adalah draft kasar yang perlu dipermak, “Proses menulis itu sebagian besar adalah menulis ulang. Di sini saya menemukan berbagai makna...

📕 BACAAN ADALAH STYLE

Ngobrol seputar baca-membaca adalah bahasan yang tidak membosankan bagi saya.  Pernah mendengar bacaan adalah style?. 😋 Bagi mereka pemilik naluri kuat membaca, biasanya mudah membedakan,  mengkritisi,  membandingkan atau meresensi jenis bacaan yang sesuai. Rasakan saja ketika sedang membaca sinopsis sebuah buku, dia tergerak menilai kesesuaian topik dengan kriteria bacaannya. Pecinta teenlit misal. Biasanya,  pembawaan dirinya emosional dan melankolis. Seperti namanya teenlit (teen literatour). Banyak mengangkat dunia remaja. Jangan heran,  jika mayoritas peminatnya adalah remaja belasan---dua puluhan tahun, dengan style nya yang 'gaul' dan ke english-englishan. 📖 Tetapi bagaimana jika dia mengalami masa pergantian genre bacaan?? Apa itu sebuah peningkatan?? 😮                              ...

INTROSPEKSI

             Saya ingin menuliskan kebodohan yang kelewat batas disini. Tentang bahasa yang belum jelas. Tentang bicara yang tidak tertata. Tentang semua omong kosong yang nyaring bunyinya. Semua gembar gembor opini belakangan ini, keluar dari kedangkalan berfikir dan kelancangan berpendapat. Dan apapun yang saya keluarkan tidak lain hanyalah SAMPAH. Kenapa?  Karena saya hanya menulis tanpa menelaah. Saya menjudge tanpa meneliti. Saya mengkritisi tanpa mendalami. Saya berdebat tanpa dasar-dasar yang kuat. Namun, semenjak saya mawas diri, disitulah saya semakin  sadar apa yang saya tuangkan adalah air limbah. Dari sini saya lebih banyak membaca. Semakin banyak mengenal karya hebat,  semakin kerdil,  namun semakin tergugah untuk membuntutinya. Siapa yang tidak tahu YB Mangunwijaya? Pahlawan kali code.  Siapa yang tidak kenal Muhammad Aienun Nadjib?. Pemersatu dan pejuang demokrasi.  Kemudian Tan ...

Terminal Kelas

                                                                                                                                                         🌸                                        🌸                                 Term...

💞 Mimpi 💕

          Aku tahu rasanya hutang budi. Akan ada orang yang tidak percaya wanita liar sepertiku terjerat hutang budi.   Hendar orangnya. Lelaki berutal yang   pekerjaannya membebaskan diri dari kerumitan.   Persis sepertiku. Apa yang bisa didapat darinya kecuali kesenangan? Banyak orang bilang dia tidak punya masa depan. Apa namanya jika bukan berutal?. Oh tapi tidak. Dia tidak seberutal suamiku. Aku tahu jelas sekejam apa suamiku memisahkan aku dengan keluarga dan kekasihku. Hendar. Seandainya, tulang belakang ayahku tidak patah, tidak akan dibawa ke Rumah Sakit biadab, milik orang-orang laknat itu.   Seandainya perjanjian ini tidak bermaterai, aku tidak akan tersentuh kekejian. Namun sudahlah! Aku rela dijual demi kesehatannya kembali. Ibuku tidak juga bisa berkutik. Semua hanya demi Ayah.           Diwilayah ini aku sudah bukan yang dulu lagi. Bahkan jika Hendar tah...

GOLPUT

DOKUMENTASI AKSI DAMAI Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ   “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.   Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)             Berawal dari perbedaan penafsiran Ayat tersebut. Yang timbul oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kepulauan seribu dengan pidatonya yang saya kutip dari www.amsik.id (Analisis Masyarakat Sipil untuk Konstitusi) kurang...