Langsung ke konten utama

🐾 CARI danTAU 🐾


                   CARI dan TAU 


Membaca bagian dari mengingat tapi menelaah bagian dari lalai.  Bersyukurlah atas ketidak puasan. Berterimakasihlah pada kerakusan. Sebab berkat dua hal itu manusia menikmati sensasi kehausan. Orang yang tidak berfikir merasa cukup hanya membaca kata "Bacalah". Menyudahi dengan mengabaikannya. Namun manusia berakal akan mengembangkan makna kata tunggal itu. Dia akan mencari kemungkinan-kemungkinan dengan segala macam tafsiran. Tidak cukup. Dia akan melebarkan tafsiran-tafsiran itu ke berbagai persepsi.
.
Sekian..😋✌️



Komentar

Postingan populer dari blog ini

My_Blog

Tidak disangka dunia kepenulisan aku jamah juga. Meski cita-citaku bukan jadi penulis atau jurnalis. Dari iseng hingga menjadi hoby. Ternyata hoby itu mengantarku pada blogger. Semula karena banyak dukungan teman-teman dekat yang sempat mengintip aktifitasku menulis. Kata mereka daripada difolder berbingkai. Ada folder dalam folder. Lebih baik post kan saja di medsos. Tentunya melalui blogger. Sebenarnya rencana ngeblog sudah terfikirkan sejak lama. Tapi niatan untuk itu baru muncul 2015 ini. Aku cari tahu tentang blog melalui salah satu teman yang biasa memposting promo bisnisnya melalui blog. Katanya jika satu hari bisa mencapai seribu retting, maka cek dolar di ATM bergetar. Tapi tujuanku bukan untuk financial. Kemudian salah satu teman yang juga hoby menulis memberitahu beberapa blog yang termuat di majalah Aneka edisi 2011 sebagai referensi untuk ngeblog.   Ada dua blog terbaik yang aku ingat dari majalah itu. Yang pertama karya Dadan Erlangga yaitu Ininyadadun dengan baha...

💞 Mimpi 💕

          Aku tahu rasanya hutang budi. Akan ada orang yang tidak percaya wanita liar sepertiku terjerat hutang budi.   Hendar orangnya. Lelaki berutal yang   pekerjaannya membebaskan diri dari kerumitan.   Persis sepertiku. Apa yang bisa didapat darinya kecuali kesenangan? Banyak orang bilang dia tidak punya masa depan. Apa namanya jika bukan berutal?. Oh tapi tidak. Dia tidak seberutal suamiku. Aku tahu jelas sekejam apa suamiku memisahkan aku dengan keluarga dan kekasihku. Hendar. Seandainya, tulang belakang ayahku tidak patah, tidak akan dibawa ke Rumah Sakit biadab, milik orang-orang laknat itu.   Seandainya perjanjian ini tidak bermaterai, aku tidak akan tersentuh kekejian. Namun sudahlah! Aku rela dijual demi kesehatannya kembali. Ibuku tidak juga bisa berkutik. Semua hanya demi Ayah.           Diwilayah ini aku sudah bukan yang dulu lagi. Bahkan jika Hendar tah...

Ya!. Begitulah

                        #Ya!. Begitulah.# Aku takut akan hari tua. Bersamaan dengan berubahnya warna rambut, fungsi memoriku makin melemah. Sepertinya aku tidak ingin membayangkan bagaimana ada banyak kenangan satu-persatu lepas dari berangkas fikiran. Bagiku sangat mengerikan. Aku semakin sadar pengalaman menjadi harta karun terbesar pada diri manusia. Sebab sekali saja dia hilang, hilanglah sudah. Tak pernah bisa di cari gantinya. # * الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك *# "Waktu adalah pedang jika kamu tidak menggunakannya maka dia siap menebasmu" Iya memang, karena banyak sekali hal-hal spontanitas yang tidak akan bisa terulang lagi. Ada banyak waktu terbuang sia-sia dan sulit di tebus. # * الوقت أنفاس لا تعود *# "Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali" Itulah mengapa aku memutuskan untuk jatuh hati pada menulis. Meski aku tahu tulisanku belum tentu mampu mengubah apapun dalam diri siapapun. Ak...