Langsung ke konten utama

Ya!. Begitulah


                        #Ya!. Begitulah.#

Aku takut akan hari tua.
Bersamaan dengan berubahnya warna rambut, fungsi memoriku makin melemah. Sepertinya aku tidak ingin membayangkan bagaimana ada banyak kenangan satu-persatu lepas dari berangkas fikiran. Bagiku sangat mengerikan. Aku semakin sadar pengalaman menjadi harta karun terbesar pada diri manusia. Sebab sekali saja dia hilang, hilanglah sudah. Tak pernah bisa di cari gantinya.
# *الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك*#
"Waktu adalah pedang jika kamu tidak menggunakannya maka dia siap menebasmu"
Iya memang, karena banyak sekali hal-hal spontanitas yang tidak akan bisa terulang lagi. Ada banyak waktu terbuang sia-sia dan sulit di tebus.
# *الوقت أنفاس لا تعود*#
"Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali"
Itulah mengapa aku memutuskan untuk jatuh hati pada menulis.
Meski aku tahu tulisanku belum tentu mampu mengubah apapun dalam diri siapapun. Aku hanya enggan merelakan masa-masa sebelum ini lewat begitu saja tanpa ada yang terabadikan.
Semua itu merupakan perwujudan syukurku pada Tuhan.
*I love you God*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kondisi Literasi

Menurut data OECD budaya membaca masyarakat Indonesia adalah terendah. Kemudian UNESCO melakukan penelitian pada anak-anak diseluruh negara, tentang rata-rata membaca anak disetiap tahunnya adalah, contoh beberapa. Eropa rata-rata 25 buku Jepang rata-rata 15-17 buku Singapore rata-rata15-17 buku Indonesia rata-rata 0 buku. Kemudian untuk tingkat SMA dinegara-negara maju, siswa tingkat SMA di wajibkan membaca buku-buku sastra. Tidak dengan Indonesia kecuali sekolah elite swasta. Kata Taufik Ismail ini TRAGEDI. Tragedi yang sudah berlangsung selama 63tahun lebih. Tragedi NOL MEMBACA. "Memunggungi buku begitu lama berarti memunggungi hampir semua khazanah kehidupan" -Sebuah bangsa besar tanpa adanya tradisi literasi hanya akan menjadi bangsa kelas teri. Perundung, pemaki, mudah diprovokasi, tanpa keluasan hati dan imajinasi. #Dinukil_dari_pidato_Duta_Baca_Indonesia

Khusnudzon

Sebagian orang sangat mudah memberi stigma buruk pada orang lain. Seandainya kita benar, tentu sampaikanlah dengan mau'idhotil hasanah. Maka dakwah kita akan diterima. Sampaikanlah dengan penuh hati-hati. Maka dakwah kita akan ditaati. Sebab, problem masyarakat begitu kompleks. Benar bahwa yang disampaikan adalah hukum Allah. Namun tidak lantas menuding  dan menentukan seberapa besar dosa mereka. Sedang kita tidak tahu seberapa luas hamparan dosa-dosa kita. Meski begitu, kewajiban untuk saling mengingatkan tetap dilakukan. Sekarang, mari kita lihat madhorot dari sudut pandang yang berbeda, agar tidak terlalu mudah menghakimi kesalahan. * tunjukkan padaku sebuah keburukan yang tidak mengandung kebaikan didalamnya, atau sebaliknya. Seseorang yang hendak membunuh tiba-tiba berhasrat untuk berzina, akibatnya dia tidak jadi membunuh. Benar bahwa zina adalah perbuatan tercela, tapi ia menjadi penghalang terjadinya pembunuhan. Pada sisi inilah zina mengandung unsur kebaikan *. (Dilan...

Sajen

SESAJI ============================== Ditulisan kali ini, aku tidak ingin membahas makna filosofis sesajen dari pandangan culture jawa maupun mitologi ya, karena aku bukan ahlinya ahli, intinya inti😁. Terlebih jika membahas hukum syari'atnya, hummmm pasti lain ceritaku. Sekali lagi, ku tak sanggup!!!. Jelas lah aku belum mampu membuat riset dan menjadikannya sebuah essay. Jadi cukup menceritakan eksperimen sederhana saja. 😊 . Alhamdulillah aku hidup disebuah desa yang masih lekat dengan budaya kejawennya. Ritual sesaji juga sepertinya masih berlangsung sampai sekarang. Hanya tidak seintens dulu. Nah ini yang aku tunggu. Sa jen. Aku mengintai lewatnya seorang pria dari kaca ruang tamu. Ia bernama mbah Suprat penyunggi sesaji. Begitu terlihat semakin dekat, aku memasang posisi maraton bersama teman-teman sebayaku. Kami langsung menyerbu isi tampah milik lelaki paruh baya itu. Mbah Suprat menyambutnya dengan senyum lebar nan ramah, lalu menurunkan tampahnya sampai ping...