Langsung ke konten utama

Ya!. Begitulah


                        #Ya!. Begitulah.#

Aku takut akan hari tua.
Bersamaan dengan berubahnya warna rambut, fungsi memoriku makin melemah. Sepertinya aku tidak ingin membayangkan bagaimana ada banyak kenangan satu-persatu lepas dari berangkas fikiran. Bagiku sangat mengerikan. Aku semakin sadar pengalaman menjadi harta karun terbesar pada diri manusia. Sebab sekali saja dia hilang, hilanglah sudah. Tak pernah bisa di cari gantinya.
# *الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك*#
"Waktu adalah pedang jika kamu tidak menggunakannya maka dia siap menebasmu"
Iya memang, karena banyak sekali hal-hal spontanitas yang tidak akan bisa terulang lagi. Ada banyak waktu terbuang sia-sia dan sulit di tebus.
# *الوقت أنفاس لا تعود*#
"Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali"
Itulah mengapa aku memutuskan untuk jatuh hati pada menulis.
Meski aku tahu tulisanku belum tentu mampu mengubah apapun dalam diri siapapun. Aku hanya enggan merelakan masa-masa sebelum ini lewat begitu saja tanpa ada yang terabadikan.
Semua itu merupakan perwujudan syukurku pada Tuhan.
*I love you God*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

💞 Mimpi 💕

          Aku tahu rasanya hutang budi. Akan ada orang yang tidak percaya wanita liar sepertiku terjerat hutang budi.   Hendar orangnya. Lelaki berutal yang   pekerjaannya membebaskan diri dari kerumitan.   Persis sepertiku. Apa yang bisa didapat darinya kecuali kesenangan? Banyak orang bilang dia tidak punya masa depan. Apa namanya jika bukan berutal?. Oh tapi tidak. Dia tidak seberutal suamiku. Aku tahu jelas sekejam apa suamiku memisahkan aku dengan keluarga dan kekasihku. Hendar. Seandainya, tulang belakang ayahku tidak patah, tidak akan dibawa ke Rumah Sakit biadab, milik orang-orang laknat itu.   Seandainya perjanjian ini tidak bermaterai, aku tidak akan tersentuh kekejian. Namun sudahlah! Aku rela dijual demi kesehatannya kembali. Ibuku tidak juga bisa berkutik. Semua hanya demi Ayah.           Diwilayah ini aku sudah bukan yang dulu lagi. Bahkan jika Hendar tah...

Kondisi Literasi

Menurut data OECD budaya membaca masyarakat Indonesia adalah terendah. Kemudian UNESCO melakukan penelitian pada anak-anak diseluruh negara, tentang rata-rata membaca anak disetiap tahunnya adalah, contoh beberapa. Eropa rata-rata 25 buku Jepang rata-rata 15-17 buku Singapore rata-rata15-17 buku Indonesia rata-rata 0 buku. Kemudian untuk tingkat SMA dinegara-negara maju, siswa tingkat SMA di wajibkan membaca buku-buku sastra. Tidak dengan Indonesia kecuali sekolah elite swasta. Kata Taufik Ismail ini TRAGEDI. Tragedi yang sudah berlangsung selama 63tahun lebih. Tragedi NOL MEMBACA. "Memunggungi buku begitu lama berarti memunggungi hampir semua khazanah kehidupan" -Sebuah bangsa besar tanpa adanya tradisi literasi hanya akan menjadi bangsa kelas teri. Perundung, pemaki, mudah diprovokasi, tanpa keluasan hati dan imajinasi. #Dinukil_dari_pidato_Duta_Baca_Indonesia

Terminal Kelas

                                                                                                                                                         🌸                                        🌸                                 Term...