Langsung ke konten utama

Sepasang Pelayar




Bagaimana mau mendatangi surga di akhirat jika tidak mampu mendatangkan surga didalam rumah tangga? Semua tahu bahwa pengawal manusia mencapai ke Esa'an Rabb-nya berupa masalah-masalah, kesakitan-kesakitan, ujian-ujian menjenuhkan, yang kerap mendatangkan keputus asaan. Rumah tangga ibarat kapal ditengah lautan. Lelaki adalah nahkodanya. Badai gelombang adalah ancamannya. Aku, seorang penumpang yang mempercayakan keselamatanku padamu dan rela terombang ambing bersamamu, karena kita berada dalam
kapal yang sama. Namun jika kamu tidak berdaya menstabilkan lajunya, maka mintalah perlindungan pada Allah sang maha pengendali segalanya.
Nahkoda yang baik dapat menenangkan jiwa penumpangnya bahkan ketika tahu kapal itu akan tenggelam ditengah lautan. Itulah kenapa seorang wanita butuh lelaki yang tetap sabar dalam amarahnya, bukan lelaki yang bahagia hanya pada kesenangannya saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kondisi Literasi

Menurut data OECD budaya membaca masyarakat Indonesia adalah terendah. Kemudian UNESCO melakukan penelitian pada anak-anak diseluruh negara, tentang rata-rata membaca anak disetiap tahunnya adalah, contoh beberapa. Eropa rata-rata 25 buku Jepang rata-rata 15-17 buku Singapore rata-rata15-17 buku Indonesia rata-rata 0 buku. Kemudian untuk tingkat SMA dinegara-negara maju, siswa tingkat SMA di wajibkan membaca buku-buku sastra. Tidak dengan Indonesia kecuali sekolah elite swasta. Kata Taufik Ismail ini TRAGEDI. Tragedi yang sudah berlangsung selama 63tahun lebih. Tragedi NOL MEMBACA. "Memunggungi buku begitu lama berarti memunggungi hampir semua khazanah kehidupan" -Sebuah bangsa besar tanpa adanya tradisi literasi hanya akan menjadi bangsa kelas teri. Perundung, pemaki, mudah diprovokasi, tanpa keluasan hati dan imajinasi. #Dinukil_dari_pidato_Duta_Baca_Indonesia

💞 Mimpi 💕

          Aku tahu rasanya hutang budi. Akan ada orang yang tidak percaya wanita liar sepertiku terjerat hutang budi.   Hendar orangnya. Lelaki berutal yang   pekerjaannya membebaskan diri dari kerumitan.   Persis sepertiku. Apa yang bisa didapat darinya kecuali kesenangan? Banyak orang bilang dia tidak punya masa depan. Apa namanya jika bukan berutal?. Oh tapi tidak. Dia tidak seberutal suamiku. Aku tahu jelas sekejam apa suamiku memisahkan aku dengan keluarga dan kekasihku. Hendar. Seandainya, tulang belakang ayahku tidak patah, tidak akan dibawa ke Rumah Sakit biadab, milik orang-orang laknat itu.   Seandainya perjanjian ini tidak bermaterai, aku tidak akan tersentuh kekejian. Namun sudahlah! Aku rela dijual demi kesehatannya kembali. Ibuku tidak juga bisa berkutik. Semua hanya demi Ayah.           Diwilayah ini aku sudah bukan yang dulu lagi. Bahkan jika Hendar tah...

Terminal Kelas

                                                                                                                                                         🌸                                        ðŸŒ¸                                 Term...